NPM: 1221207
Fakultas: Ekonomi
Jurusan: Manajemen
Daftar Pustaka:
Drs. Joko Tri
Prasetya, dkk. Ilmu Budaya Dasar. Jakarta: Rineka Cipta, 2013
1. Pengertian Harapan
Harapan berasal dari
kata harap yang berarti keinginan supaya sesuatu terjadi; sehingga harapan
berarti sesuatu yang diinginkan dapat terjadi. Dengan demikian harapan
menyangkut masa depan seseorang.
Setiap Manusia
Mempunyai harapan. Manusia yang tanpa harapan, berarti manusia itu mati dalam
hidup. Orang yang akan meninggal sekalipun mempunyai harapan, biasanya berupa
pesan pesan kepada ahli warisnya. Berhasil atau tidaknya suatu harapan
tergantung pada usaha orang yang mempunyai harapan, Misalnya Rafiq mengharapkan
nilai A dalam ujian yang akan datang, tetapi tidak ada usaha, tidak pernah
hadir kuliah. Ia menghadapi ujian dengan santai. Bagaimana rafiq memperoleh
nial A. Luluspun mungkin tidak.
Harapun harus
berdasarkan kepercayaan, baik kepercayaan pada diri sendiri, maupun kepercayaan
kepada tuhan yang maha esa, agar harapan terwujud, maka perlu usaha dengan
sungguh sungguh
2. Apa Sebab Manusia Mempunyai Harapan ?
Menurut Kodratnya
manusia itu adalah makhluk Soial. Setiap lahir ke dunia langsung disambut dalam
suatu pergaulan hidup, yakni di tengah suatu keluarga atau anggota
masyarakatlainnya. Ada dua hal yang mendorong orang hidup bergaul dengan
manusia lain, yakni dorongan Kodrat, dan dorongan kebutuhan hidup
Dorongan Kodrat
Kodrat ialah sifat,
keadaan, atau pembawaan ilmiah yang sudah terjelma dalam diri manusia sejak
manusia itu diciptakan oleh tuhan, Misalnya menangis, bergembira, berfikir,
berjalan, berkata, dan lain lain. Dorongan Kodrat menyebabkan manusia mempunyai
keinginan atau harapan, misalnya menangis, tertawa, ,bergermbira, dan sebagainya.
Dan dengan kodrat inilah manusia memiliki harapan.
Dorongan Kebutuhan
Hidup
Sudaj kodrat pula
bahwa manusia mempunyai bermacm macam kebutuhan hidup, kebutuhan hidup itu pada
garis besarnya dapat di bedakan atas : kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani
Menurut Abraham Maslow
sesuai dengan kodratnya harapan manusia atau kebutuhan manusia itu ialah :
Kelangsungan hidup
(survival)
Keamanan (safely)
Hak dan kewajiban
mencintai dan dicintai (be loving and love)
Diakui lingkungan
(status)
Pewujudan cita-cita
(self actualization)
Kelangsungan hidup
(survival)
Untuk melangsungkan
hidupnya manusia membutuhkan sandang, pangan, dan papan (tempat tinggal).
Kebutuhan kelangsungan hidup ini terlihat sejak bayi lahir. Setiap bayi begitu
lahir di bumi menangis, ia telah mengharapkan diberi makan/minum. Kebutuhan
makan dan minum ini terus berkembang sesuai dengan perkembangan hidup manusia.
Keamanan
Setiap orang
membutuhkan keamanan. Sejak seorang anak lahir, ia telah membutuhkan keamanan.
Begitu lahir dengan suara tangis, itu pertanda minta perlindungan, setelah agak
besar, setiap anak menangis dia akan diam setelah di peluk ibunya setelah
bertambah besar ia dilindungi. Rasa aman tidak harus diwujudkan dengan
perlindungan yang Nampak secaara moral pun orang lain dapat memberi rasa aman.
Hak dan Kewajiban
mencintai dan dicintai
Tiap orang mempunyai
hak dan kewajiban Dengan pertumbuhan manusia maka akan tumbuh pula kesadaran
akan hak dan kewajiban. Karena itu tidak jarang anak anak remaja mengatakan kepada
ayah atau ibunya “Ibu ini kok menganggap reny masih kecil saja, semua di atur!”
itu suatu pertanda bahwa anak itu telah tambah kesadaran akan hak dan
kewajibannya
Status
Setiap manusia
membutuhkan status. Siapa, untuk apa, mengapa manusia hidup, dalam lagu “untuk
apa” ada lirik yang berbuny “aku ini anak siapa, mengapa aku ini dilahirkan”.
Dari bagian lirik itu kita dapat mengambil kesimpulan. Bahwa setiap manusia
yang lahir di bumi imi tentu akan bertanya tentang statusnya, status
keberadaannya, status keluarga, status dalam masyarakat, dan status dalam
Negara.\
Perwujudan Cita Cita
Selanjutnya manusia
berharap di akui keberadaanya sesuai dengan keahliannya atau kepangkatannya
atau profesinya. Pada saat itu manusia mengembangkan bakat atau kepandaiaannya
agar ia diterima atau diakui kehebatannya.
3. Kepercayaan
Kepercayaan Berasal
dari kata percaya, artinya mengakui atau meyakini akan kebenaran. Kepercayaan
adalah hal hal yang berhubungan dengan pengakuan atau keyakinan akan kebenaran.
Ada Ucapan yang sering kita dengar
– Ia tidak percaya diri sendiri
– Saya tidak percaya ia berbuat seperti
itu atau berita itu kurang dapat dipercaya
– Bagaimana juga kita harus percaya
kepada pemerintah
Dengan conth berbagai
kalimat yang sering kita dengar dalam ucapan sehari hari itu maka jelaslah kepada
kita, bahwa dasar kepercayaan itu adalah kebenaran..
Ada jenis pengetahuan
yang dimiliki seseorang, bukan karena merupakan hasil penyelidikan sendiri,
melainkan diterima dari orang lain. Kebenaran pengetahuan yang di dasarkan ats
orang lain itu disebabkan karean orang lain itu dapat di percaya.
4. Berbagai Kepercayaan Dan Usaha
Meningkatkannya
Dasar kepercayaan.
Sumber kebenaran adalah manusia. Kepercayaan itu dapat di bedakan atas.
a. Kepercayaan Pada Diri
Sendiri
Keprcayaan pada diri
sendiri itu di tanamkan setiap pribadi manusia. Percaya pada diri sendiri pada
hakekatnya percaya pada tuhan yang maha esa. Percaya diri sendiri, menganggap
dirinya tidak salah. Dirinya menang, dirinya mampu mengerjakan yang di serahkan
atau dipercayakan kepadanya
b. Kepercayaan Kepada
Orang lain
Percaya keada orang
lain itu dapat berupa percaya kepada saudara, orang tua, guru, atau siap saja.
Keprcayaan Kepada orang lain itu sudah tentu percaya terhadap kata hatinya.
Perbuatan yang sesuai dengan kata hati atau terhadap kebenarannya. Ada ucapan
yang berbunyi orang itu di percaya karena ucapannya.
c. Kepercayaan Kepada
Pemerintah
Negara itu berasal
dari tuhan, tuhan langsung memerintah dan memimpin bangsa manusIa, atau setidak
tidaknya tuhanlah pemilik kedaulatan sejati, karena semuanya adalah ciptaan
tuhan. Pandangan demokratis mengatakan bahwa kedaulatn adalah dari rakyat..
d. Kepercayaan Kepada
Tuhan
Kepercayaan kepada
tuhan yang maha itu amat penting, karena keberadaan manusia itu bukan dengan
sendirinya, tetapi diciptakan oleh tuhan. Kepercayaan berarti keyakinan dan
pengakuan akan kebenaran, kepercayaan itu amat penting . karena merupakan tali
kuat yang dapat menghubungkan rasa
manusia dengan tuhannya. Bagaimana tuhan dapat menolong umatnya, apabila umat
itu tidak mempunyai kepercayaan kepada tuhannya. Berbagai usaha dilakukan
manusia untuk meningkatkan rasa percaya kepada tuhannya usaha itu bergantung
kepada pribadi kondisi, situasi, dan lingkungan. Usaha itu antara lain.
a) Meningkatkan ketaqwaan kita dengan jalan
meningkatibadah
b) Meningkatkan pengabdian kita kepada
masyarakat
c) Meningkatkan kecintaan kita kepada sesame
manusia dengan jalan suka menolong dermawan, dan sebagainya
d) Mengurangi nafsu mengumlukan harta yang
berlebihan
e) Menekan perasaan negative seperti iri,
dengki, fitnah dan sebagainya







0 komentar:
Posting Komentar