Nama: Emeraldy Ramadhan Evran
NPM: 12215207
Fakultas: Ekonomi
Jurusan: Manajemen
Daftar Pustaka:
Drs. Joko Tri
Prasetya, dkk. Ilmu Budaya Dasar. Jakarta: Rineka Cipta, 2013
NPM: 12215207
Fakultas: Ekonomi
Jurusan: Manajemen
Daftar Pustaka:
1. Pengertian Tanggung Jawab
Pengertian tanggung jawab dalam Kamus
Umum Bahasa Besar Indonesia adalah keadaan dimana wajib menanggung segala
sesuatu, sehingga berkewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung segala
sesuatunya atau memberikan jawab dan menanggung akibatnya.Adapun tanggung jawab
secara definisi merupakan kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatan
baik yang disengaja maupun yang tidak di sengaja. Tanggung jawab juga berarti
berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajiban.
Tanggung jawab bersifat kodrati, yang
artinya tanggung jawab itu sudah menjadi bagian kehidupan manusia bahwa setiap
manusia dan yang pasti masing-masing orang akan memikul suatu tanggung jawabnya
sendiri-sendiri. Apabila seseorang tidak mau bertanggung jawab, maka tentu ada
pihak lain yang memaksa untuk tindakan tanggung jawab tersebut. Dengan demikian
tanggung jawab itu dapat dilihat dari dua sisi, yaitu:
1. Dari sisi yang berbuat
2. Dari sisi yang kepentingan pihak
lain.
Tanggung jawab adalah ciri manusia
beradab (berbudaya). Manusia merasa bertanggung jawab karena ia menyadari
akibat baik atau buruk perbuatannyaitu, dan menyadari pula bahwa pihak lain
memerlukan pengabdian atau pengorbanannya. Untuk memperoleh atau meningkatkan
kesadaran bertanggung jawab perlu ditempuh usaha melalui pendidikan,
penyuluhan, keteladanan dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Makna dari istilah
“tanggung jawab” adalah “siap menerima kewajiban atau tugas”. Arti tanggung
jawab di atas semestinya sangat mudah untuk dimengerti oleh setiap orang.
Tetapi jika kita diminta untuk melakukannya sesuai dengan definisi tanggung
jawab tadi, maka seringkali masih merasa sulit, merasa keberatan, bahkan ada
orang yang merasa tidak sanggup jika diberikan kepadanya suatu tanggung jawab.
Kebanyakan orang mengelak bertanggung jawab, karena jauh lebih mudah untuk
“menghindari” tanggung jawab, daripada “menerima” tanggung jawab.
2. Macam-macam
Tanggung Jawab dan contohnya
Tujuan manusia berjuang itu untuk
memenuhi keperluannya sendiri atau untuk keperluan pihak lain. Untuk itu ia
menghadapi manusia lain dalam masyarakat atau menghadapi lingkungan alam. Dalam
usahanya itu manusia juga menyadari bahwa ada kekuatan lain yang ikut
menentukan, yaitu kekuasaan Tuhan. Dengan demikian tanggung jawab itu dapat
dibedakan menurut keadaan manusia atau hubungan yang dibuatnya, atas dasar ini,
lalu dikenal beberapa jenis tanggung jawab, yaitu:
· Tanggung jawab terhadap Tuhan
Tuhan menciptakan manusia di bumi ini
bukanlah tanpa tanggung jawab, melainkan untuk mengisa kehidupannya manusia
mempunyai tanggung jawab langsung terhadap Tuhan. Sehingga tindakan manusia
tidak bisa lepas dari hukum-hukum Tuhan yang telah diatur sedemikian rupa dalam
berbagai kitab suci melalui berbagai macam-macam agama.
Contoh : Seorang
muslim atau muslimah, maka sebagai umat beragama Islam ia senantiasa akan
melaksanakan tanggung jawab dan perintah-perintah ajaran agamanya. Misal
melaksanakan sholat 5 waktu, berpuasa, menyantuni anak yatim, dan sebagainya.
Semua itu dilakukan untuk menghindari dosa dan hukuman serta ganjaran dari
Allah SWT.
· Tanggung jawab terhadap diri sendiri
Tanggung jawab terhadap diri sendiri
menentukan kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam
mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi.
Contoh : Dani seorang pelajar, besok ia akan
menghadapi ujian. Tapi dina sama sekali tidak belajar. Sehingga saat ulangan
berlangsung dina tidak dapat menjawab soal-soal yang diberikan gurunya. Jadi
dina harus bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri karena tidak mau belajar
saat ada ujian.
· Tanggung jawab terhadap keluarga
Keluarga merupakan masyarakat
kecil. Keluarga terdiri dari suami, isteri, ayah, ibu anak-anak, dan juga orang
lain yang menjadi anggota keluarga. Tiap anggota keluarga wajib bertanggung
jawab kepada keluarga. Tanggung jawab ini menyangkut nama baik keluarga. Tetapi
tanggung jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan dan kehidupan.
Contoh : Sebuah
keluarga hidup dalam kemiskinan. Seorang ayah merasa sedih karena kelima orang
anaknya tidak mendapatkan kehidupan yang layak, sehingga demi tanggung jawabnya
terhadap keluarga maka seorang ayah ini rela mencuru demi menghidupi keluarga nya.
· Tanggung jawab terhadap masyarakat
Pada hakekatnya manusia tidak bisa
hidup tanpa bantuan manusia lain, sesuai dengan kedudukannya sebagai mahluk
sosial. Karena membutuhkan manusia lain maka ia harus berkomunikasi dengan
manusia lain. Sehingga dengan demikian manusia disini merupakan anggota
masyarakat yang tentunya mempunyai tanggung jawab seperti anggota masyarakat
yang lain agar dapat melangsungkan hidupnya dalam masyrakat tersebut. Wajarlah
apabila segala tingkah laku dan perbuatannya harus dipertanggung jawabkan
kepada masyarakat.
Contoh : Tommy adalah
seorang yang sangat pemalas. Suatu ketika diadakan gotong-royong dikampungnya,
tetapi tommy tidak mau berpartisipasi dalam kegiatan itu sehingga ia mendapat
teguran dari kepala desa. Setelah diberikan pengertian, akhirnya tommy mau ikut
bergotong-royong karena gotong-royong merupakan salah satu tanggung jawabnya
terhadap masyarakat.
· Tanggung jawab kepada Bangsa / Negara
Suatu kenyataan lagi, bahwa tiap
manusia, tiap individu adalah warga negara suatu negara. Dalam berpikir,
berbuat, bertindak, bertingkah laku manusia tidak dapat berbuat semaunya
sendiri. Bila perbuatan itu salah, maka ia harus bertanggung jawab kepada
Negara.
Contoh : Seseorang
aparatur Negara rela mengorbankan jiwa da raganya terhadap bangsanya karena
merupakan tanggung jawabnya terhadap bangsa/Negara.
3. Pengabdian dan pengorbanan
Wujud tanggung jawab
juga berupa pengabdian dan pengorbanan adalah perbuat baik untuk kepentingan
manusia itu sendiri.
1. Pengabdian
Pengabdian itu adalah perbuatan baik
yang berupa pikiran, pendapat ataupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan,
cinta, kasih sayang, hormat, atau satu ikatan dan semua itu dilakukan dengan
ikhlas. Pengabdian itu hakekatnya adalah rasa tanggung jawab, apabila orang
bekerja keras sehari penuh untuk mencukupi kebutuhan, hal itu berarti mengabdi
kepada keluarga. Lain halnya jika kita membantu teman dalam kesulitan, mungkin
sampai berhari-hari itu bukan pengabdian, tetapi hanya bantuan saja
Macam-macam Pengabdian
:
·Pengabdian terhadap
Tuhan Yang Maha Esa
Penyerahan diri secara penuh terhadap
Tuhan dan perwujudan tanggung jawabnya yang juga diikuti oleh pengorbanan.
·Pengabdian kepada
masyarakat
Ini timbul karena manusia dibesarkan
dan hidup dalam masyarakat, sehingga sebagai perwujudan tanggung jawabnya
kemudian melakukan pengabdian dan pengorbanan.
·Pengabdian kepada
raja
Suatu penyerahan diri secara ikhlas
kepada rajanya, karena dianggap yang melindunginya, walaupun sekarang jarang
terjadi.
·Pengabdian kepada
Negara
Timbul karena seseorang merasa ikut
bertanggung jawab terhadap kelestarian (kelangsungan) negara dan demi persatuan
dan kesatuan bangsa.
·Pengabdian kepada
harta
Ini terjadi karena seseorang memandang
bahwa harta yang menghidupinya, sehingga tindakan-tindakannya semata-mata demi
harta.
·Pengabdian kepada
keluarga
Ini timbul karena
keinginan untuk membahagiakan keluarga dengan terpenuhinya kebutuhan secara lahir
dan batin secara layak.
Contoh Pengabdian :
Seorang guru di suatu desa terpencil
harus menempuh perjalanan lebih dari 3 jam melewati seungai dan bukit-bukit
yang tidak mudah untuk mengemban tugasnya mengajar di sebuah sekolah yang
bahkan tidak memilikii banyak murid, namun guru itu tetap mengajar meskipun
harus melewati usaha yang berat dalam mencapai sekolah.
2. Pengorbanan
Pengorbanan berasal dari kata korban atau
kurban yang berarti persembahan, sehingga pengorbanan berarti pemberian untuk
menyatakan kebaktian. Dengan demikian pengorbanan yang bersifat kebaktian itu
mengandung unsur keikhlasan yang tidak mengandung pamrih suatu pemberian yang
didasarkan atas kesadaran moral yang tulus ikhlas semata-mata.
Perbedaan antara pengertian pengabdian dan
pengorbanan tidak begitu jelas, karena adanya pengabdian tentu ada pengorbanan.
Pengorbanan merupakan juga bagian dari pengabdian. Segala sesuatu yang bersifat
pengabdian, pasti terdapat tindakan pengorbanan, sekecil apapun itu. Berbuat
pengorbanan itu bermacam-macam, dapat berupa harta benda, pikiran, perasaan,
bahkan dapat juga berupa pengorbanan berbentuk jiwanya. Pengorbanan diserahkan
secara ikhlas tanpa pamrih, tanpa ada perjanjian, tanpa ada transaksi, kapan
saja diperlukan.
Pengabdian lebih banyak mengarah kepada
perbuatan sedangkan, pengorbanan lebih banyak menunjuk kepada pemberian sesuatu
misalnya berupa pikiran, perasaan, tenaga, biaya, waktu. Dalam pengabdian
selalu dituntut pengorbanan belum tentu menuntut pengabdian.
Macam-macam
pengorbanan :
· Pengorbanan harta benda
· Pengorbanan pikiran
· Pengorbanan perasaan
· Pengorbanan tenaga













